KONTAN | Kamis, 01 Oktober 2020 / 12:19 WIB

 

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2020 kembali mencatat deflasi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), deflasi pada bulan lalu terpantau sebesar 0,05% mom.

“Dengan deflasi pada September 2020, berarti terjadi deflasi berturut-turut selama tiga bulan. Jadi, selama kuartal III-2020, terjadi deflasi. Ini berarti daya beli masyarakat kita di kuartal III-2020 sangat lemah,” tutur Kepala BPS Suhariyanto, Kamis (1/9).

Suhariyanto pun memerinci beberapa komoditas yang menyumbang deflasi terbesar pada September 2020. Menurutnya, penyebab utamanya adalah penurunan harga daging ayam ras yang memberi kontribusi deflasi 0,04%.

Kemudian ada juga komoditas telur ayam ras yang mengalami penurunan harga sehingga menyumbang deflasi sebesar 0,04%, bawang merah dengan andil 0,02%, juga beberapa jenis sayuran seperti tomat dan cabai rawit yang masing-masing berandil 0,01% mom.

Selain itu, deflasi juga disumbang oleh tarif angkutan udara dengan andil sebesar 0,04% terhadap deflasi. Tak tanggung-tanggung, penurunan tarif angkutan udara ini bahkan terjadi di 40 kota IHK dengan penurunan terbesar di Tajung Pinang yang harga tiket anjlok 39%.

Akan tetapi, masih ada beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga dan menyumbang pada inflasi sehingga menghambat laju deflasi. Seperti contohnya minyak goreng yang memberi andil inflasi 0,02% dan bawang putih yang memberi andil inflasi sebesar 0,01%.

Lebih lanjut, dengan deflasi pada September 2020 ini, maka tingkat inflasi pada tahun kalender (Januari 2020 – September 2020) sebesar 0,89% ytd. Sementara tingkat inflasi tahunan, tercatat sebesar 1,42% yoy.

SOURCE : https://nasional.kontan.co.id/news/terjadi-deflasi-005-mom-pada-bulan-september-2020-ini-penyebabnya