KONTAN | Selasa, 26 Mei 2020 / 09:56 WIB

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) anjlok saat dibuka pada perdagangan hari ini Selasa (26/5).  Kondisi ini sama seperti saat ICBP pernah mengumumkan keinginan membeli saham Pinehill Company ke publik 12 Februari 2020 lalu.

Hingga pukul 09.30 WIB harga saham ICBP auto reject bawah di Rp 8.950 per saham atau turun 6,77%. Akhir pekan lalu 22 Mei 2020, ICBP mengumumkan akan membeli Pinehill seharga US$ 3 miliar setara dengan Rp 44 triliun jika  menggunakan kurs Rp 14.800 per dollar AS.

Sontak rencana ini membuat pelaku pasar menjual saham ICBP. Para analis pun menganggap rencana ini tidak strategis bagi ICBP.

Analis Trimegah Sekuritas, Dariean Sanusi dalam riset yang ditulis 12 Februari 2020 pernah membuat skenario jika akuisisi ini dihargai Rp 33 triliun atau US$ 2,5 miliar dengan PER 21 kali. Sedangkan pendanan akan menggunakan pinjaman maka net gearing akan naik menjadi 127% dari sebelumnya tidak ada utang sama sekali. “Kami berasumsi transaksi didanai dengan kas Rp 6 triliun (dengan asumsi dana kas pada September 2019) dan penerbitan utang senilai Rp 27,6 triliun,” hitungan Darien kala itu.

Darien juga memperkirakan, laba akan turun 4% dari estimasi tahun 2020. Semula proyeksi pendapatan ICBP oleh Trimegah Sekuritas sebesar Rp 43,69 triliun di tahun ini dengan laba bersih Rp 5,47 triliun. Angka ini meningkat dari realisasi pendapatan dan laba bersih ICBP di tahun 2019 masing-masing sebesar Rp 42,19 triliun dan Rp 5,26 triliun.

Trimegah menyarankan neutral saham ICBP dengan target harga Rp 12.000 per saham untuk 12 bulan ke depan. Ini mencerminkan PER ICBP 26 kali untuk tahun 2020.

Dalam keterbukaan informasi pada Jumat (22/5), ICBP menjelaskan jika akan mengakuisisi Pinehill Company dari Pinehill Corpora dan Steele Lake menggunakan pinjaman bank dan kas. Hingga akhir tahun 2019, penjualan Pinehill sebesar US$ 533 juta dan laba sebelum pajak sekitar US$ 125 juta. Per 31 Desember 2019, total nilai ekuitas konsolidasi sekitar US$ 246,3 juta dengan kas setara kas berjumlah US$ 67,5 juta dan tidak memiliki pinjaman bank.

Pinehill Company memiliki penyertaan saham di beberapa perusahaan yang memiliki 12 pabrik dengan total kapasitas produksi 10 miliar bungkus. Pinehill memiliki delapan negara sebagai pasar utama diantaranya di Arab Saudi, Nigeria, Turki, Serbia, Ghana, Maroko dan Kenya.

Pinehill Corpora merupakan konsorsium dimana Anthoni Salim memiliki penyertaan tidak langsung sekitar 49% di saham Pinehill Corpora. Selain itu, kerabat Anthoni Salim memiliki penyertaan tidak langsung sekitar 8,3% dalam Pinehill Corpora. Sedangkan sisanya 42,7% saham Pinehill Corpora dimiliki oleh pihak ketiga independen.

Steele Lake dimiliki secara tidak langsung oleh ASM Telok Ayer Fund reksadana discretionary yang dikelola oleh manajer investasi asal Hong Kong, Argyle Street Management Limited (ASM). “Reksadana lain yang dikelola oleh ASM adalah co investor di investasi lain yang tidak terkait dengan perusahaan yang dikendalikan oleh Anthoni Salim,” terang ICBP dalam keterbukaan informasi.

Tapi ICBP dalam rilis menjelaskan, jika Anthoni Salim adalah pemegang saham tunggal di perusahaan yag menjadi rekan terbatas di salah satu reksadana yang dikelola ASM.

SOURCE : https://investasi.kontan.co.id/news/saham-indofood-cbp-icbp-auto-reject-bawah-lantaran-akuisisi-pakai-utang