KONTAN | Kamis, 08 April 2021 / 15:37 WIB

 

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asa pemerintah untuk membawa perekonomian Indonesia kembali ke zona positif pada kuartal I-2021 nampaknya masih akan tersendat. Pasalnya, sejumlah indikator masih menunjukkan perekonoiman masih akan bergerak di zona negatif.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Hidayat Amir mengatakan, perekonomian di kuartal pertama tahun ini diprediksi di kisaran minus 1% hingga minus 0,1%.

“Seperti yang sudah dikatakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kemungkinan mendekati level bawah,” kata Amir, Kamis (8/4) via video conference.

Namun, memasuki kuartal II-2021, Amir sudah melihat adanya indikator yang terus membaik. Antara lain keyakinan konsumen, peningkatan mobilitas masyarakat, juga tingkat inflasi bila dibandingkan dengan tahun lalu.

Dan di pertengahan April 2021 nanti, diharapkan investasi sudah mulai menggeliat dan perbaikan ekonomi bisa terlihat dari penjualan semen yang meningkat. Apalagi, didukung dengan progres vaksinasi dan kasus harian Covid-19 yang sudah mulai melandai.

Hal tersebut membuat pemerintah masih optimistis perekonomian di kuartal II-2021 sudah kembali ke zona positif dan bahkan meroket ke kisaran 7% yoy hingga 8% yoy.

Ke depan, Amir juga optimistis, perekonomian akan semakin membaik. Pemerintah tetap optimistis pertumbuhan ekonomi di keseluruhan tahun 2021 tumbuh di kisaran 4,5% hingga 5,3%.

SOURCE : https://nasional.kontan.co.id/news/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-i-2021-diprediksi-masih-negatif-bangkit-di-kuartal-ii