KONTAN | Kamis, 16 Desember 2021 / 13:33 WIB

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Suharyanto mengimbau agar masyarakat tidak bepergian ke luar negeri guna mewaspadai varian omicron.

“Masyarakat Indonesia sebaiknya membatasi atau tidak berpergian ke luar negeri kalau tidak mendesak. Tetapi kalau memang ada yang mendesak seperti masalah kesehatan, kedukaan atau kedinasan,” kata Suharyanto dalam teleconference Kemenkes, Kamis (16/12).

Bagi masyarakat yang tetap pergi ke luar negeri lantaran keperluan mendesak Suharyanto menegaskan perlu mematuhi ketentuan SE Satgas No 25 dan No 26 tahun 2021.

Suharyanto juga menghimbau agar masyarakat tidak panik dengan adanya temuan kasus terkonfirmasi varian omicron. Penguatan protokol kesehatan perlu dilakukan terutama memakai masker dan menjauhi kerumunan.

Untuk pelaksanaan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri Satgas telah menyiapkan beberapa tempat di Wisma Atlet tower 7 dan Rusun Nagrak di Cilincing.

“Dua tempat ini bisa menampung sekitar 4.000 lebih, sehingga mungkin beberapa hari ada penumpukan di satu titik, bisa segera terurai dan nanti bisa dilaksanakan secara sesuai ketentuan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Suharyanto juga menegaskan pelaksanaan karantina harus tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan artian pelaku perjalanan internasional tak bisa meninggalkan tempat karantina sampai waktu yang ditentukan serta melaksanakan protokol kesehatan.

Dalam surat edaran (SE) Satgas telah terinci bahwa ketentuan karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang berasal dari 11 negara yaitu Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini, Lesotho, Afrika Selatan, Botswana, dan Hong Kong dilaksanakan selama 14 hari. Adapun selain 11 negara tersebut pelaku perjalanan internasional dapat melakukan karantina selama 10 hari.

“Kebijakan ini bukan untuk mempersulit atau menambah beban para pelaku perjalanan internasional. Ini sifatnya adalah untuk kewaspadaan dan keamanan kita bersama,” paparnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan masyarakat diminta tidak melakukan perjalanan ke luar negeri jika tidak ada keperluan mendesak. Budi bahkan mengimbau agar periode liburan Nataru ini masyarakat dapat berlibur di dalam negeri.

“Tolong liburan ini habiskan waktunya di dalam negeri tidak perlu keluar negeri. Indonesia negara yang jauh lebih aman dibandingkan dengan banyak negara lain. Kita jaga keluarga kita, kita jaga tetangga-tetangga kita dan kita jaga seluruh rakyat Indonesia dengan mengurangi perjalanan ke luar negeri kalau tidak perlu,” kata Budi.

Sebagai informasi pemerintah mengkonfirmasi adanya temuan satu kasus omicron di Indonesia. Selain itu terdapat lima kasus probable omicron yang menunggu hasil whole genome squencing. Dua kasus probable omicron kini menjalani isolasi di Wisma Atlet dan tiga lainnya menjalani isolasi di Manado.

Source: https://nasional.kontan.co.id/news/omicron-ditemukan-di-indonesia-kepala-bnpb-imbau-masyarakat-tak-ke-luar-negeri