KONTAN |

Jumat, 12 November 2021 / 10:58 WIB

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berhasil mencetak kinerja mentereng sepanjang periode sembilan bulan pertama 2021. Emiten pertambangan mineral milik negara ini berhasil mencetak kenaikan laba bersih dan pendapatan.

ANTM membukukan laba bersih senilai Rp 1,71 triliun per akhir kuartal ketiga 2021. Realisasi ini melesat 104% dari laba bersih yang dibukukan pada kuartal ketiga 2020 yang hanya Rp 835,78 miliar. Dus, laba bersih per saham dasar dan dilusian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ANTM naik menjadi Rp 71,18 dari sebelumnya hanya Rp 34,78.

Kenaikan bottomline ANTM dibarengi dengan kenaikan  pendapatan bersih. Tercatat, ANTM membukukan pendapatan senilai Rp 26,47 triliun, naik 46,78% dari pendapatan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 18,03 triliun.

Secara rinci, penjualan emas masih menjadi penopang kinerja ANTM, yakni senilai Rp 17,67 triliun. Disusul penjualan feronikel senilai Rp 4,34 triliun, penjualan bijih nikel senilai Rp 3,25 triliun, penjualan alumina senilai Rp 638,06 miliar, dan penjualan bijih bauksit senilai Rp 321,18 miliar.

ANTM juga membukukan penjualan perak senilai Rp 90,92 miliar, penjualan  batubara senilai Rp 11,75 miliar, dan penjualan logam mulia lainnya senilai Rp 526,56 juta. Selain itu, ANTM juga mendapatkan pendapatan dari pemurnian logam mulia jasa lainnya senilai Rp 143,65 miliar.

Di sisi lain, sejumlah beban ANTM turut mendaki. Salah satunya adalah beban pokok penjualan yang naik 41,01% dari semula Rp 15,13 triliun menjadi Rp 21,34 triliun. Salah satu biaya yang mencatat kenaikan tertinggi adalah pembelian logam mulia senilai Rp 15,75 triliun atau naik 31,64% secara year-on-year (yoy).

Beban usaha juga terpantau naik 121,01% menjadi Rp 753,97 miliar dari sebelumnya Rp 341,13 miliar. Di sisi lain, beban keuangan ANTM menyusut 60,2% menjadi Rp 292,28 miliar.

Source: https://investasi.kontan.co.id/news/laba-aneka-tambang-antm-melesat-104-jadi-rp-171-triliun-per-kuartal-ketiga-2021