CNN Indonesia | Rabu, 14/10/2020 11:46 WIB

 

Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) menyebut kinerja industri pengolahan masih mengalami kontraksi pada kuartal III 2020. Hal ini tercermin dari angka Prompt Manufacturing Index BI (PMI-BI) sebesar 44,91 persen pada periode Juli-September 2020.

Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko meski masih mengalami kontraksi, namun posisinya membaik dibandingkan kuartal II 2020, yakni 28,55 persen. Sementara itu, pada kuartal III 2019 PMI-BI tercatat sebesar 52,04 persen.

“Kinerja sektor industri pengolahan pada kuartal III 2020 terindikasi membaik meski masih berada dalam fase kontraksi,” ujarnya, dalam keterangan resmi dikutip Rabu (14/10).

Untuk diketahui, PMI-BI membagi kinerja industri pengolahan menjadi dua fase. Meliputi fase kontraksi jika indeks berada di bawah 50 persen dan fase ekspansi jika indeks berada di atas 50 persen.

Onny menuturkan perbaikan diprediksi masih berlanjut di kuartal IV 2020, yakni menjadi 47,16. Namun, industri pengolahan diramal masih mengalami kontraksi pada tiga bulan terakhir 2020.

Pada kuartal III 2020, perbaikan terjadi pada seluruh komponen pembentuk PMI-BI. Indeks tertinggi berasal dari komponen volume pesanan barang input sebesar 50,55 persen atau telah mencapai fase ekspansi.

“Ini sejalan dengan implementasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang mendorong permintaan dan kemudahan distribusi,” tuturnya.

Sementara itu, jika dilihat secara sektoral, maka seluruh sub sektor mencatat perbaikan pada kuartal III 2020.

Indeks tertinggi berasal dari sub sektor semen dan barang galian non logam sebesar 48,49 persen. Diikuti sub sektor makanan, minuman & tembakau 48 persen, serta sub sektor kertas & barang cetakan 46,37 persen.

BI memperkirakan perbaikan indeks pada sub sektor tersebut masih berlanjut hingga akhir tahun, bahkan bisa mencapai fase ekspansi.

“Membaiknya kinerja sub sektor makanan, minuman dan tembakau diperkirakan sejalan dengan pelonggaran pembatasan di sejumlah daerah dan implementasi AKB, serta libur panjang di akhir tahun,” ucapnya.

SOURCE : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201014111547-92-558232/kinerja-industri-pengolahan-masih-terkontraksi-di-kuartal-iii