CNN Indonesia | Senin, 15/03/2021 19:42 WIB

 

Jakarta, CNN Indonesia — Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengatakan pihaknya terpaksa menunda distribusi vaksin AstraZeneca ke daerah.

Ia menerangkan distribusi vaksin AstraZeneca ditunda karena pihaknya masih menunggu hasil kajian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan ITAGI.

“Kami masih menunggu hasil kajian data dari BPOM dan ITAGI. Jadi sementara kami belum bisa distribusikan, menunggu hasil dulu kajian dari BPOM dan ITAGI,” kata Maxi dalam Konferensi Pers di Youtube Ombudsman RI, Senin (15/3).

Maxi menjelaskan vaksin AstraZeneca memang sudah mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Namun, kata Maxi, ada dugaan efek samping pembekuan darah usai penyuntikan yang terjadi di sejumlah negara Eropa, sehingga BPOM kembali melakukan kajian terhadap vaksin AstraZeneca.

“Memang sudah ada laporan EUA dari WHO tetapi karena ada masalah laporan yang ada di Eropa dan di beberapa negara, sehingga BPOM dan ITAGI sudah menentukan rapat terkait dengan efek samping AstraZeneca,” kata Maxi.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksin AstraZeneca yang telah tiba di Indonesia akan kedaluwarsa pada Mei 2021 mendatang.

Budi mengatakan baru mengetahui masa kedaluwarsa AstraZeneca baru-baru ini. Padahal sebanyak 1.113.600 dosis vaksin AstraZeneca telah tiba di Indonesia.

Diketahui, sejumlah negara di Eropa bahkan negara tetangga memutuskan penggunaan vaksin AstraZeneca ditunda karena temuan kasus pembekuan daerah.

SOURCE : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210315192308-20-617779/kemenkes-putuskan-distribusi-vaksin-astrazeneca-ditunda