CNN Indonesia | Kamis, 25/06/2020 16:05 WIB

Jakarta, CNN Indonesia — Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan rasio utang pemerintah Indonesia terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) menembus 40,3 persen pada 2021. Proyeksi itu meningkat 2,8 poin persentase dari prediksi yang dibuat April lalu, 37,5 persen.

Perkiraan itu tertuang dalam laporan “World Economic Outlook Update: A Crisis Like No Other, An Uncertain Recovery” yang dirilis Juni 2020.

Rasio utang pemerintah tahun depan juga meningkat dari proyeksi IMF terhadap rasio utang 2020, 37,7 persen. Prediksi rasio utang tahun ini meningkat dari taksiran sebelumnya, 36,9 persen terhadap PDB.

“Seiring pelonggaran pembatasan besar-besaran di beberapa bagian dunia, kebijakan fiskal harus menyesuaikan dengan kondisi negara, menyeimbangkan kebutuhan untuk melindungi warga, menstabilkan permintaan, dan memfasilitasi pemulihan,” tulis IMF, dikutip Kamis (25/6).

Kendati demikian, proyeksi IMF terhadap rasio utang Indonesia hingga 2021 masih di bawah ketentuan Undang-undang Keuangan Negara Nomor 17 Tahun 2003 di mana batas maksimal rasio utang pemerintah adalah 60 persen terhadap PDB.

Kenaikan prediksi rasio utang tak lepas dari meningkatnya kebutuhan pembiayaan negara untuk menangani pandemi virus corona.

Tahun ini saja, Kementerian Keuangan menyatakan kebutuhan pembiayaan utang membengkak Rp905,2 triliun karena pemerintah menambah alokasi belanja untuk penanganan virus corona dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) di dalam negeri senilai Rp695,2 triliun. Penambahan itu membuat pembiayaan utang APBN naik dari Rp741,8 triliun menjadi Rp1.647,1 triliun.

Tahun ini, IMF memperkirakan defisit APBN akan melebar menjadi 6,3 persen dari PDB dari tahun lalu 2,2 persen. Sementara, tahun depan, defisit anggaran negara diperkirakan menurun menjadi 5 persen terhadap PDB.

Angka itu lebih lebar dari target Kementerian Keuangan tahun depan di kisaran 3,21 persen hingga 4,17 persen terhadap PDB.

SOURCE : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200625134920-532-517375/imf-ramal-rasio-utang-ri-tembus-40-persen-dari-pdb-pada-2021