CNN Indonesia | Senin, 07/06/2021 17:19 WIB

 

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan realisasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sejauh ini sebesar 29,9 persen dari total anggaran yang sebesar Rp699,43 triliun. Jika dihitung, realisasinya sekitar Rp209 triliun.

“Pelaksanaan program PEN 29,9 persen dari pagu, naik 86,7 triliun dari realisasi kuartal I 2021 yang Rp123,26 triliun,” ungkap Airlangga dalam konferensi pers, Senin (7/6).

Airlangga merinci realisasi anggaran di sektor kesehatan sebesar 18,8 persen, perlindungan sosial sebesar 39,2 persen, program prioritas 28 persen, dukungan untuk korporasi 21 persen, dan insentif usaha sebesar 79,9 persen.

Diketahui, pagu untuk sektor kesehatan sebesar Rp175,84 triliun, perlindungan sosial sebesar Rp148,27 triliun, dan dukungan korporasi dan UMKM sebesar Rp42,23 triliun. Lalu, pagu untuk program prioritas sebesar Rp127,85 triliun dan insentif usaha sebesar Rp56,73 triliun.

Sebelumnya, Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan realisasi dana PEN 2021 per 28 Mei sebesar Rp195,05 triliun atau setara dengan 27,9 persen dari total pagu.

Kunta merinci realisasi untuk sektor kesehatan per 28 Mei 2021 sebesar Rp31,79 triliun, perlindungan sosial Rp57,71 triliun, dan dukungan UMKM dan korporasi sebesar Rp42,23 triliun.

Lalu, realisasi untuk program prioritas sebesar Rp33,82 triliun. Kemudian, dana yang sudah dipakai untuk insentif usaha sebesar Rp29,51 triliun.

Kunta mengatakan pihaknya akan memonitor pencairan dan mengevaluasi program mana saja yang tidak berjalan sesuai harapan. Bila diperlukan, ia menyebut anggaran bisa dipindahkan ke program lain yang lebih membutuhkan. Anggaran juga bisa dialokasikan untuk program baru yang perlu didorong agar ekonomi lebih baik.

Sebagai informasi, anggaran untuk PEN tahun ini lebih tinggi dari 2020 lalu yang sebesar Rp695,2 triliun. Pemerintah dalam dua tahun berturut-turut menggelontorkan dana PEN untuk menangani pandemi covid-19.

SOURCE : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210607132804-532-651216/dana-pen-2021-baru-cair-299-persen