Bisnis.com | 18 Januari 2021  |  09:59 WIB

 

Bisnis.com, JAKARTA – Angin segar tengah hinggap ke emiten konstruksi milik negara atau BUMN karya beserta keluarga besarnya. Saham BUMN karya dan anak usahanya kompak menguat bersamaan sentimen pelantikan pengurus lembaga pengelola investasi atau sovereign wealth fund (SWF) pekan ini.

Berdasarkan data yang dihimpun bisni, empat saham BUMN karya kompak menguat. Begitu juga dengan empat anak usaha BUMN karya.

Hingga pukul 09.40 WIB, saham PT Waskita Karya (Persero) Tk. dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. menguat masing-masing 7,94 persen ke level 2.040 dan 8,02 persen ke posisi 2.020. Saham WSKT dan ADHI masing-masing diperdagangkan Rp586 milir dan Rp118 miliar.

Saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan PT PP (Persero) Tbk. juga naik di awal perdagangan hari ini. Saham WIKA naik 2,12 persen ke level 2.410 sedangkan saham PTPP menguat 4,48 persen ke posisi 2.330. Saham WIKA dan PTPP masing-masing diperdagangkan sebanyak Rp253 miliar dan Rp222 miliar.

Empat saham anak usaha BUMN juga ikut menguat. Saham PT Wijaya Karya Beton Tbk. atau WTON mencetak kenaikan tertinggi, yaitu 14 persen ke level 488. Kemudian disusul saham PT Waskita Beton Precast Tbk. yang melesat 6,79 persen ke posisi 346.

Saham PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk dan PT PP Presisi Tbk. juga menguat masing-masing 5,07 persen dan 5,04 persen.

Sementara itu, Indeks Harga Saham gabungan terpantau rebound ke level 6.414, atau naik meningkat 0,66 persen. Indeks sempat terperosok ke zona merah di awal perdagangan hari ini, Senin (18/1/2021).

Untuk diketahui, saham BUMN karya mendapat angin segar dari sentimen SWF. Pekan ini, Dewan Pengawas lembaga pengelola investasi tersebut bakal mulai bertugas. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga membocorkan calon chief executive officer (CEO) Lembaga Pengelola Investasi (LPI) berusia di bawah 40 tahun.

“CEO SWF akan diumumkan Presiden Joko Widodo minggu depan,” jelasnya akhir pekan lalu.

Indonesia Investment Authority (INA), lembaga pengelola investasi atau sovereign wealth fund (SWF) yang baru dibentuk pemerintah ditargetkan bisa menghimpun dana sebanyak US$20 miliar atau sekitar Rp280,64 triliun (Kurs Rp14.032).

Presiden Joko Widodo mengatakan kehadiran lembaga pengelola investasi diharapkan bisa menangkap peluang investasi dan menjadi solusi bagi pembangunan jangka panjang. Pemerintah akan menyetor modal awal sebesar Rp15 triliun dan pengalihan saham badan usaha milik negara (BUMN) sebesar Rp50 triliun ke lembaga tersebut.

“Sebulan dua bulan ini, target [dana] yang masuk SWF berapa? Kira-kira 20 miliar…US Dollar. Itu duit gede banget,” ujar Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) yang digelar secara virtual, Jumat (15/1/2021).

SOURCE : https://market.bisnis.com/read/20210118/192/1344224/ceo-swf-diumumkan-pekan-ini-saham-keluarga-bumn-karya-pesta-lagi