CNN Indonesia | Selasa, 23/02/2021 12:42 WIB

 

Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas nasional atau uang beredar dalam arti luas (M2) sebesar Rp6.761 triliun pada Januari 2021. Angka tersebut meningkat 11,8 persen dibandingkan Januari 2020, tetapi lebih rendah 12,4 persen dibandingkan dengan posisi Desember 2020.

Direktur Eksekutif BI Erwin Haryono mengungkapkan perlambatan dari pertumbuhan jumlah uang beredar (M2) disebabkan turunnya pertumbuhan uang kuasi yang hanya sebesar 9,7 persen pada Januari 2021. Angka itu lebih rendah 10,5 persen dibandingkan dengan Desember 2020.

Di sisi lain, jumlah uang beredar dalam arti sempit (M1) tercatat tumbuh 18,7 persen per Januari 2021. Angkanya masih lebih tinggi dari posisi Desember 2020 yang sebesar 18,5 persen.

“Faktor yang mempengaruhi perlambatan pertumbuhan M2 pada Januari 2021 dipengaruhi oleh perlambatan tagihan bersih kepada pemerintah pusat,” ujar Erwin dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (23/2).

Ia merinci pertumbuhan tagihan bersih kepada pemerintah sebesar 54,8 persen pada Januari 2021. Jumlahnya lebih rendah dari Desember 2020 yang mencapai 66,9 persen.

Sementara, Erwin menyatakan pertumbuhan kredit mulai pulih pada Januari 2021. Pertumbuhan kredit pada awal 2021 tercatat minus 2,1 persen, angkanya membaik dari Desember 2020 yang minus hingga 2,7 persen.

Kemudian, pertumbuhan aktiva luar negeri bersih pada Januari 2021 sebesar 14,9 persen. Realisasi itu lebih tinggi dari Desember 2020 yang tumbuh 13,6 persen.

SOURCE : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210223120906-78-609760/bi-catat-uang-beredar-tembus-rp6761-t-januari-2021