CNN Indonesia | Senin, 08/03/2021 18:32 WIB

 

Jakarta, CNN Indonesia — Sebanyak 1.113.600 vaksin virus corona (Covid-19) jadi asal perusahaan farmasi Inggris AstraZeneca tiba di di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Senin (8/3) petang. Kedatangan vaksin kali ini tercatat sebagai penerimaan vaksin tahap keenam di Indonesia.

Pengiriman vaksin kali ini melalui skema kerjasama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility. Fasilitas tersebut merupakan kerjasama pengembangan vaksin antara Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan GAVI.

“Pada hari ini Indonesia menerima pengiriman pertama vaksin AstraZeneca sebesar 1.113.600 vaksin jadi, dengan total berat 4,1 ton yang terdiri dari 11.136 karton,” kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam tayangan yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (8/3).

Jutaan vaksin didatangkan melalui pesawat KLM Royal Dutch Airlines itu lantas akan dibawa ke kantor PT Bio Farma (persero) di Bandung untuk proses lebih lanjut. Sejauh ini, belum ada penjelasan pemerintah secara detail akan dialokasikan untuk program vaksinasi pemerintah tahapan berapa kedatangan vaksin keenam ini.

Dalam kesempatan menyambut vaksin tersebut, Retno juga memamerkan keterpilihan dirinya sebagai Co-Chair COVAX Advance Market Commitment (AMC) Engagement Group. Selain itu, Pengadaan vaksin melalui skema GAVI sifatnya gratis untuk pemerataan akses negara miskin dan berkembang mendapatkan vaksin Covid-19.

“Yang menarik, semua Co-Chair dari COVAX AMC Engagement Group adalah perempuan. Indonesia, Etiophia, dan Kanada,” kata dia.

Lebih lanjut, pengiriman vaksin ini akan melalui dua tahap, yakni kuartal I sebanyak 25-35 persen dan kuartal II sebanyak 65-75 persen dari alokasi tahap awal tersebut.

Batch pertama Indonesia akan memperoleh 11.740.800 vaksin jadi. Dan pengiriman batch pertama akan dilakukan hingga Mei 2021, dan InsyaAllah akan diikuti batch-batch selanjutnya,” terangnya.

Sejauh ini sudah ada empat merek vaksin yang ditetapkan pemerintah untuk program vaksinasi gratis. Mereka yakni Sinovac, AstraZeneca, Pfizer dan Novavax. Sementara dua vaksin lain yakni Sinopharm dan Moderna telah dikonfirmasi akan digunakan untuk kebutuhan vaksinasi gotong royong alias mandiri.

Perihal program vaksinasi, pemerintah akan melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 181,5 juta orang untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity). Dengan memperhitungkan dua dosis vaksin untuk satu orang, serta mengikuti petunjuk (guide line) Badan Kesehatan Dunia (WHO) agar disiapkan cadangan sebanyak 15 persen, maka Indonesia membutuhkan sebanyak 426 juta dosis vaksin.

SOURCE : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210308175728-20-615216/11-juta-vaksin-astrazeneca-tiba-di-indonesia